Home | Follow Me on Twitter | Our Facebook

Kisah Kebesaran Seorang Ibu

Mama

Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, Dan sempat
dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg
cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal
dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah
perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya
pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang
humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor
senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan
putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus
pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian
kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru
mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang.
Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar.
Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar
rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan
penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya
ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur,
cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan
perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah
seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat
menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali
ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat
dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut
Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya
tampung, kasihan." jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya
sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam
hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit
untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan
sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat
bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu,
mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang
biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan
buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali
cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah.
Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be
melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan
koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran
postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang
memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah
menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat
anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah
menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka
bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka
sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita
cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam
potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang
terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa
bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be
langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil
menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya
selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati
anaknya. " Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit
lagi".
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja
kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap
cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta
(wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun
kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu.
Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan
kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.

(Hiks-hiks saat membaca kisah ini, jadi inget ibu di kampung, I Love You ibu ...)


Cerita yang lain di bawah ini:



Related Post:

1 comments:

  1. Herlan says:

    wah tumben bruder arikelnya puitis .....hiks jadi sedih jg ...ceritanya lg begadang apa wis nonton sepak bola,,..???...udah istirahat sono besok masih ada tugas mulia ...hv a nice dream ..Gbu

Leave a Reply

Bro and Sist Tulisan diatas jauh dari sempurna, Hanya Komentar saran dan kritik membangun dari Bro & Sist yang bisa menyempurnakan. Jika anda tidak memiliki blog, gunakanlah Name & Url, Isi dengan Profil Facebook/Twitter, sehingga saya bisa menyapa anda Thanks

POPULAR POST

Email Subscriptions

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Comments




blogarama - the blog directory blog-indonesia.com Bloggerian Top Hits Blogger Topsites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia blog search directory Aplikasi java, software komputer, Opera mini, Bolt, Tip dan triks Hobbies Blogs - Blog Rankings The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku Blog Directory & Search engine Top Show all blogs Free Automatic Backlink Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Google bot last visit powered by Bots Visit Yahoo bot last visit powered by  Bots Visit Find broken links on your website for free with LinkTiger.com Links
RSSMicro FeedRank Results


free counters

Leave The Massage







Download MP3

Friends Update List